Selasa 21 November 2006, Jam: 7:19:00
Aneh betul kelakuan Oding, 27 tahun, dari Cilincing Jakarta Utara ini. Kerja males tapi bini maunya nambah. Maka ketika dia benar-benar beristri dua, kerjanya ya hanya “ngerjai” saja, sementara yang cari nakfah kedua istrinya. Tapi ketika Oding pura-pura jadi lelaki tuna daksa (cacat) agar ditolerir kemalasannya tersebut, ternyata ketahuan oleh kedua istrinya. Jadilah dia dilaporkan ke Polsek Cilincing.
Tugas lelaki dalam rumahtangga adalah mencari nafkah, meski untuk itu dia akan dapat imbalan nafkah batin dari istrinya. Sebaliknya bagi seorang istri, sudah memberi jaminan onderdil tak dipasok materil juga akan protes. Jadi kedua-duanya memang harus berjalan seimbang. Baik istri dan suami harus tahu akan fungsi dan posisi masing-masing. Di mana itu hak dan di mana pula kewajiban.
Ironisnya, Oding yang sudah tua bangkotan ini tak peduli dengan hak dan kewajiban semacam itu. Berani jadi suami, tapi yang diutamakan hanya soal kelon, sementara cari klepon (baca: nafkah) ogah. Bayangkan, selama 2 tahun jadi suami Neli, 23 tahun, kerjanya makan tidur melulu. Ketika istrinya ngomel hampir sepanjang hari, baru dia tergerak. “Sabar sayang, aku akan dapat panggilan kerja di kapal,” begitu akunya.
Kapal mana yang diikuti, juga tak pernah jelas. Yang pasti hari berikutnya dia memang meninggalkan rumah istrinya di Kalibaru, Kecamatan Cilincing. Betulkah dia pergi berlayar untuk jangka dua tahun? Ternyata tidak. Itu semua hanya akan bulus untuk bisa kawin lagi dengan wanita lain yang masih satu RW di Kalibaru, hanya beda RT. Oding memang pembohong kelas dunia.
Awal-awalnya, istri barunya sangat sayang pada Oding yang memang bertampang lumayan. Tapi karena hampir setiap hari hanya dipasok “onderdil” melulu bukan materil, Ny. Triyah, 22, lama-lama bosen juga. Masak di kompleks nelayan, kerjanya sehari-hari di darat terus. “Bang kerja, Bang, jangan hanya ngerjain bini saja. Pinggangku sudah mau putus rasanya, tau nggak?” protes Triyah atas suaminya yang kelewat doyan itu.
Hati dan otak Oding memang terlanjur beku. Meski setiap hari diomeli istrinya, dia tenang-tenang saja. Baginya, wanita ngomel melulu sudah jamaknya, karena dia memang makhluk banyak mulut. Jadi meski Triyah ngomel terus, Oding mendengarkannya lewat telinga kiri, lalu balik lagi lewat telinga kiri. Kalau lewat telinga kanan mendingan, masih ada bekas-bekasnya.
Ilmu tipu-tipu Oding terbongkar ketika sekali waktu istri pertamanya nyasar ke RT lain yang selama ini jadi pangkalan baru suami. Alangkah kagetnya dia, begitu melihat lakinya di rumah Triyah. Katanya berlayar selama dua tahun, kok ini malah duduk-duduk manis di lain RT. “Katanya berlayar, kok ini abang di sini saja sih?” protes Ny. Oding.
Dipergoki istri tuanya tentu saja Oding belingsatan. Mau alasan apa lagi, wong dia memang belum menyiapkan alasan untuk pengibulan tahap II ini. Untung saja bini tua dan bini muda ini bisa didamaikan pengurus RT, sehingga keduanya bisa rukun kembali. Bahkan bini muda dan bini tua kini bisa bergabung sistem manunggal satu atap. Prinsip dua isri ini, suamiku ya suamimu. Oding disepakati jadi asset bersama.
Oding makin berkibar saja jadi suami. Sebab dengan dua bini yang satu rumah, kadang pula satu ranjang, dia tak pernah telat dalam urusan onderdil. Bini muda berhalangan, dia pindah ke kamar bini tua. Begitu pula sebaliknya. Repotnya kalau dua-duanya mens bareng, dengan sangat terpaksa Oding harus tidur di pos hansip.
Lagi-lagi Oding memang lelaki malas kaliber dunia. Meski dua bininya sudah bergabung manunggal satu ranjang, dia masih juga males mencari pekerjaan. Bahkan untuk melegitimasi kepenganggurannya, dia mengaku kecelakaan sehingga harus digip kaki kanannya. Sejak saat itu Oding kerjanya asyik bener, makan dan tidur melulu ditambah meniduri bini. Apa bisa wong sakit? “Ya namanya juga usaha…,” kata Oding.
Akan tetapi sandiwara Oding beberapa hari lalu terbongkar. Salah satu bininya memergoki suaminya bisa berjalan normal. Sadar bahwa selama ini hanya dikadali, Ny. Oding dan Triyah sepakat mengadukan kasus ini ke Polsek Cilincing. Tak tahulah pasal apa yang digunakan menjerat lelaki pemalas ini. Yang pasti dua wanita itu sudah muak dan nggak doyan jadi bini si tukang tipu tersebut.(PK)