BanjirJAKARTA – Hujan yang mengguyur Jakarta selama 12 jam kemarin membuat ibu kota kembali dilanda banjir. Hujan sejak pukul 21.00 Senin (3/12) itu memicu munculnya titik-titik banjir baru. Lokasi banjir terbaru banyak terdapat di wilayah Jakarta Barat. Luapan dua sungai, Cisadane dan Pesanggrahan, mengakibatkan beberapa lokasi seperti Rawa Buaya dan Cengkareng terendam hampir 1,5 meter.

Banyak warga yang tidak menyangka banjir sampai sedada. Mereka kelabakan. Warga mendirikan tenda-tenda sederhana dari plastik. Lokasinya lokasi berbahaya, seperti di gundukan sepanjang bantaran rel kereta api di Rawa Buaya. Posisi lahan di Rawa Buaya memang lebih tinggi sekitar tiga meter dibanding permukaan tanah sekitarnya.

Wali Kota Jakarta Barat Fadjar Panjaitan saat mengunjungi Rawa Buaya mengatakan, banjir di Jakarta Barat cenderung disebabkan oleh luapan Sungai Mookervart. “Airnya meluap karena pintu air di Cipondoh dibuka. Airnya menerjang ke wilayah kita,” ungkap Fadjar. Saat kunjungan wali kota, sebagian pengungsi menerima bantuan paket sembako dari Suku Dinas Bintal Kesos, Jakarta Barat.

Menurut Manajer Crisis Center Pemprov DKI H Heru Joko Santoso, banjir lokal yang menggenangi lima kawasan ibu kota kemarin terjadi mulai pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Heru mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan dini kepada lurah daerah yang rawan banjir. “Sebagai bentuk kewaspadaan, kami terus siap siaga. Di crisis center, setiap hari ada piket dari PU, Dinkes, dan Bintal Kesos. Mereka bertugas sebagai pihak pertama yang akan memberi tahu jika banjir datang,” terangnya.

Dia menambahkan, selain banjir karena hujan lebat dan gelontoran air dari hulu, banjir di Jakarta juga akan kembali datang lantaran air pasang. Dari prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), gelombang pasang terjadi sekitar tanggal 8 hingga 12 Desember.

Ketinggian sekitar dua meter terjadi antara pukul 09.00 hingga 11.00. Gelombang pasang juga diperkirakan terjadi antara 20 hingga 25 Desember sekitar pukul 08.00 hingga 11.00. “Itu peringatan resmi dari BMG kepada pemprov agar melakukan persiapan,” ungkap Heru.

Untuk mengurangi munculnya wabah penyakit pascabanjir, Kasubdin Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Kusdianto mengatakan, timnya telah menyiapkan tim medis di empat buah tenda. Pihak dinas kesehatan mulai mengantisipasi tiga jenis penyakit yang akan muncul seiring dengan datangnya banjir dan pengungsian. “Ada sepuluh jenis penyakit yang umumnya menyerang korban banjir. Namun terbagi atas tiga jenis. Yakni yang disebabkan oleh air, udara, dan juga lewat pengungsian,” ungkap Kusdianto.

Penyakit yang disebabkan oleh air atau water born adalah diare dan leptospirosis (akibat kencing tikus). Yang disebabkan oleh udara atau air born adalah virus yang mengakibatkan batuk, pilek, dan ISPA (JP)